inspirasi loh?

DARI mana datangnya Inspirasi? Dari mata turun ke hati…, upz, itu kan dari mana datangnya cinta yah…

Inspirasi bisa datang dari mana saja, banyak orang mendapatkan inspirasi dari (maaf) toilet, dan tepat sebelum tidur. Ada juga yang dapat inspirasi bila sudah berada daerah yg sejuk dan tenang seperti layaknya daerah pegunungan.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal bisa dijadikan sumber inspirasi.

Petani yang terbungkuk berkringat menyiangi tanah, menanami dengan bibit dan mengolahnya sampai saat panen, adalah inspirasi tentang kerja keras dan kesabaran.

Mbok-mbok yg malam buta sudah ke pasar tradisional berdagang sayur dengan beban dipunggung, adalah inspirasi cintanya pada hidup dan keluarga.

Kupu-kupu yg menunggu kepompong merekah untuk boleh keluar dan belajar mengepakkan sayap untuk bisa terbang, kelopak bunga yang merekah, rumput, daun, sungai ilalang, awan, gunung…semua isi alam adalah sumber inspirasi.

Dari film atau kartun juga bisa, kita butuh figur yang bisa bagaimana ada di sana walaupun tidak nyata tapi ceritanya kalau di hayati bikin inspirasi semangat buat lanjutkan hidup, biar hidup ga monoton.

Kalau melihat anak kecil sayu, kuyu lapar dan kusam…siapa yg tidak terinspirasi untuk menyisihkan penghasilan untuk mereka ? baik di panti atau dijalanan?

Belum lagi kisah-kisah orang besar yang sukses, para atlet atau penemu…

So, dari mana datangnya Inspirasi Loh?

…aem sori…

SI OPENK anak desa, pergi ke kota mencari pengalaman, sesampai di kota dia kagum melihat gedung-gedung yg megah!, tanpa sengaja Si Openk yg lg asyik mengagumi gedung bertubrukan dengan bule cewek dan mereka pun jatuh, lalu Openk berkata,”i am sorry miss!“,”oh, i am sorry too!” jawab miss bule, Openk heran kok ada sorry 2, lalu Openk bilang”i am sorry three!” sibule heran”what r u sorry for?” Openk makin heran dia balas”i am sorry five!“si bule dibikin bingung juga”what u sick?” tanya si bule, dengan semangat Openk bilang”i am sorry seven!!!“, si bule @#????!!$$

Ditulis dalam Lelucon. 10 Komentar »

lagi dan alam manusianya

“…Atau alam mulai enggan, Bersahabat dengan kita…”

Sepenggal lirik lagu “Berita Kepada Kawan” oleh Ebiet G. Ade sekilas menggambarkan  berbagai kejadian yang terjadi akhir-akhir ini…

Banjir bandang & tanah longsor, pesawat jatuh, gunung merapi batuk-batuk, gempa, angin puting beliung, gelombang pasang, kecelakaan kereta api, bus terbalik, diterkam buaya, dimangsa harimau, diinjak gajah, pembunuhan sadis, perkosaan dibawah umur, pejabat korupsi, aparat bermain, demo sana demo sini, kenakalan remaja dan banyak lagi…

..apa yang terjadi…?

Baca entri selengkapnya »

Pendidikan Indonesia Kelak

BISA KITA bandingkan pendidikan di INDONESIA dengan pendidikan di EROPA bahwa pendidikan negara kita masih dikatakan rendah. Kenapa demikian? Karena kita lihat OUT PUT dan PENELITIAN yang dimiliki oleh pendidikan tinggi tidak sepadan/ tidak sebanding. Tujuan pendidikan adalah MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, kita bisa lihat realita yang ada pada saat ini bahwa masyarakat di negara kita masih tergolong masyarakat menengah ke bawah, padahal tujuan akhir dari semua pendidikan adalah bagaimana kita bisa duduk sejajar.

Contoh kecil saja, dengan adanya PEMAHAMAN HUKUM DI INDONESIA, masyarakat kita masih banyak yang belum paham akan hukum, padahal jumlah sarjana hukum di negara kita ini amat banyak tetapi mengapa masyarakat kita tidak paham hukum?

Contoh lain lagi yaitu penataan bahasa INDONESIA yang baik dan benar.
dilihat dari jumlah lulusan S1 yang ada maka masyarakat kita ini harusnya lebih banyak yang bisa menggunakan bahasa INDONESIA yang baik dan benar TETAPI APA YANG TERJADI?

Baca entri selengkapnya »

…tiada yang abadi…

DI JAMAN Buddha hidup, seorang wanita bernama Kisagotami yang merasa sangat menderita karena kematian anak satu-satunya. Tidak dapat menerima hal itu, ia mendatangi setiap orang, mencari obat untuk menghidupkan kembali anaknya. Sang Buddha dikatakan memiliki obat seperti itu.

Kisagotami menemui Buddha, memberi hormat, dan bertanya, “Dapatkah anda membuat obat untuk menyembuhkan anakku?”

“Aku tahu obatnya,” jawab Buddha. “Tetapi untuk membuatnya, aku memerlukan beberapa bahan.”

Merasa memiliki harapan, wanita itu bertanya, “Bahan apakah yang anda perlukan?”

“Bawakan segenggam biji sawi,” kata Sang Buddha.

Wanita itu berjanji untuk membelinya, tetapi saat ia beranjak, Sang Buddha menambahkan, “Aku memerlukan biji sawi yang diambil dari sebuah keluarga dimana anak, pasangan, orang tua, atau pelayannya tidak ada yang telah meninggal.”

Wanita itu mengerti dan segera pergi dari satu rumah ke rumah lain mencari biji tersebut. Di tiap rumah orang selalu bersedia memberikan biji yang ia cari, tetapi ketika dia bertanya apakah pernah ada yang meninggal di rumah itu, ia tidak menemukan satu rumah pun yang tidak pernah terjadi kematian – di satu rumah seorang anak wanita keluarga itu, di rumah lain seorang pelayan, di rumah lainnya lagi suami atau orang tua telah meninggal. Kisagotami tidak menemukan satu rumah pun yang terlepas dari kesedihan akibat kematian. Melihat tidak sendiri dalam kesedihannya, sang ibu meninggalkan tubuh anaknya dan kembali kepada Sang Buddha, yang berkata dengan penuh kasih, “Engkau berpikir hanya sendiri yang telah kehilangan seorang putra, hukum kematian berlaku bagi semua makhluk yang hidup, tidak ada yang abadi.”

Begitulah… jangan terlalu lama bersedih, inilah dunia. Ada kelahiran, sehingga ada kematian yang melengkapinya :)

diangkat dari cerita-cerita kehidupan