BAGI kebanyakan orang, kian hari kehidupan makin susah saja. Rakyat dililit berbagai kesulitan. Kesulitan terus melilit, sementara para elite yang berkuasa sepertinya tak (mau) tahu. Mereka asyik dengan permainan kekuasaan. Mereka lebih memperhatikan diri sendiri dan kelompoknya. Nafsu elitisme itu melupakan janji-janjinya yang pernah mereka umbar sebelum berkuasa. Kalau dulu berjanji mau membela kepentingan wong cilik, setelah berkuasa melupakan wong cilik. Sifat populis bersalin egois. Semua demi kepentingan diri sendiri atau kelompoknya, sementara rakyat yang dulu mendukungnya dibiarkan terus tercekik.

