Beranda > Menulis, Musik > .::.mari bernyanyi.::.

.::.mari bernyanyi.::.

BERNYANYI itu bisa memperkuat ingatan, menenangkan pikiran, menghilangkan negative thought, menaikkan mood, meningkatkan daya tahan tubuh dan kebahagiaan. Beberapa sel penting tubuh (misalnya sel jantung, otak, antibodi) merespon lagu tertentu dan mengubahnya menjadi sel penyembuh.

Saat menyanyi, kita secara tidak langsung mengisi / meningkatkan suplai O2 ke otak, memaksimalkan fungsi paru dan gerak otot dada, memperlebar pembuluh darah dan mengaktifkan beberapa hormon2 (termasuk adrenalin dan steroid). Makanya, rata2 orang yang hobi nyanyi, lebih cerdas dan sehat daripada yang enggak.

Gimana ya teknik bernyanyi yang baik…?

Sebagai pendahuluan, kamu harus bisa teknik dasar, setelah itu, baru apa yang banyak orang dahulukan tetapi salah, yaitu penghayatan. Jika lagu dinyanyikan dengan penuh penghayatan, tetapi tidak dengan teknik, maka akan sama dengan coretan acak yang orang sebut abstrak, padahal, pelukis abstrak yang benar, harus bisa dasar-dasar melukis.

Selanjutnya, kamu harus melatih pembentukan vokal yang benar sehingga tidak cempreng/pipih. Pembentukan vokal itu, dasar banget dan paling mudah. Pembentukan vokal juga mempengaruhi bagaimana kamu akan bernyanyi, apakah klasikal, pop, atau yang lain, misalnya jika klasik, kamu harus mengucapkannya dengan tegas dan serius (ini sebab bernyanyi dengan vokal seperti ini disebut sebagai bernyanyi seriousa), misalnya juga pop, harus lebih santai dan cenderung lebih pipih (“lebih pipih” bukan berarti “cempreng”, seperti halnya “lebih miskin” bukan berarti “miskin”). Untuk klasik, kamu bisa berpatok pada Josh Groban, dengarkan jika ia bernyanyi dengan vokal klasik pada lagu “Mai” atau “Un dia l’legara”, itu akan terasa cocok karena lagunya juga klasikal, tetapi dengar juga lagunya yang berjudul “Machine”, tuh lagu R&B, tapi pake vokal klasik, yah… ada yang suka, ada yang tidak. Pada pop, bisa berpatok pada band-band jaman sekarang, tetapi lebih disarankan untuk bereferensi pada penyanyi solo seperti Glen Fredly atau Rio Febrian, karena tidak semua vokalis band memadai dalam teknik vokal.

Yang ketiga adalah resonator, hal yang paling berkorelasi dengan pembentukan vokal. Resonator/penggaung adalah titik tembak suara, kalau nada rendah, pilih resonantor bawah (dada), tengah dengan tengah (leher), dan tinggi dengan tinggi (kepala), maksudnya bukan dada, leher dan kepala digetarkan, tetapi seolah-olah tembakkan suaramu ke arah tadi sesuai bidangnya. Khusus untuk nada tinggi, ada 2 jenis suara yang ditimbulkan, yaitu suara kepala (kopstem), yang biasa dimiliki oleh wanita (Mariah Carey pada “againts all odds”) dan suara palsu (Falsetto), yang biasa dimiliki pria (josh groban pada lagu “february song” kentara sekali), walaupun secara kasuistik, ada pria yang bisa kopstem (misal Candil seurieus) dan ada pula wanita yang bisa falsetto dengan baik (misal Rossa, itu kenapa bahkan wanita sopran pun sulit menyaingi Rossa, Ya! Rossa bisa teknik falsetto dengan baik)

Yang keempat, kamu mulai melatih nafas. ada 4 jenis nafas, dada, bahu, perut, dan yang paling disarankan adalah Diafragmatic Breathing. 4 jenis itu, didasarkan kepada bagian mana yang berkembang ketika kamu mengambil nafas. Diafragma yang baik adalah yang dapat dikendalikan, kamu harus bisa menahan diafragma yang letak kembangkempisannya di perut bagian atas itu agar tidak cepat mengempis (hal ini sangat sulit, bahkan saya pun masih belum sempurna)

selanjutnya, kamu hanya tinggal tingkatkan apa yang kamu miliki dengan teknik dasar tadi, misalnya untuk menambah ambitus/rentang suaramu, latih diafragma dan resonatormu, atau ornamen seperti cengkok dan perubahan warna suara(timbre), dll. Khusus untuk masalah penghayatan, ini SULIT! karena tidak ada teori yang pasti mengenai hal ini.

yoi… selamat bernyanyi…

  1. September 15, 2008 pukul 4:38 pm

    Wah.., ternyata teknik bernyanyi yg baik dan benar itu ribet juga ya. Ndak nyangka juga kalau manfaat dari hobby bernyanyi itu cukup banyak.
    Btw, berarti Nono sudah pinta bernyanyi dong.

  2. September 16, 2008 pukul 3:41 am

    hihihi..dakumah menyanyi hanya untuk sendiri,karna sadar diri suaranya paspassan hehehhe

    *sambil nyanyi*
    du..du..du..la..laa.laa..

  3. September 17, 2008 pukul 2:41 am

    @ Johan : bernyanyi yuk bernyanyi, tp saya lebih suka main guitar sambil bernyanyi…

    @ wi3nd : ba..be…bu… :)

  4. September 22, 2008 pukul 12:00 am

    nyanyi bikin sehat?
    bokis kalee…

    he..he..he..

    yang penting mah, abis ke empat, kita bisa …

  5. September 22, 2008 pukul 12:00 am

    kelimaxxx

    ough…
    he..he..he.. ;)

  6. Maret 23, 2009 pukul 3:32 am

    susah yah…..mas saya malah penghayatan yang diutamakan, ternyata salah ya…. tapi mas katanya kalo bernyanyi itu harus sesuai karakter suara…nah cara agar mengetahui karaktersuara gimana sih.????

  7. adhetrya
    Juni 7, 2010 pukul 9:51 am

    jd suaranya gita gutawa itu
    SUARA PALSU yah ???

  8. spicypizza
    April 4, 2011 pukul 8:34 am

    waaaaaaaaaaahh…bisa tiap hari saya nyanyi..biar suara paspasan ( kalo pas bagus,ya bagus,kalo pas jelek ya jelek) saya pede abissss

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: