Banci… KA-brrrrr…

SEREM yakz, apalagi yang suka make “mik ap” setebel dempul mobil… hiiiiii… atuuuut…

Cewek tulen aja nggak sebegitunya memakai mik ap! Sampai pakai rok mini, wig, tanktop, highleg, duhh… ngeri juga ngeliat banci gituan, kayak nggak mensyukuri pemberian Tuhan… :D

Di Indonesia, bancinya nggak secantik Megan Fox, mukanya serem semua… menor pula… biasanya lipsticknya pasti merah… makin seremin…! (halah… alamak…!)

megan_fox4wow… Megan Fox sumber : disini

Suaranya juga… masih rada-rada berat gitu… tapi di halusin… jadi fales didenger… ihh… ngerii… !!

Menghayal ketemu Megan Fox… Tapi yang aseli loh…

Weleh… Mending nonton pertandingan sepak bola…

Tapi itulah gaya hidup. Sebanci-banci apapun, mereka tetep manusia. Betul…

banci juga manusia…
punya rasa punya hati…
jangan samakan dengan…
kapak dan gergaji…

Pengalaman jalan-jalan di Malioboro Mall Yogyakarta pada waktu kuliah di tahun 2002 lalu… mungkin rekan be_cool pernah mendengar… wakakakak… :D

KA-burrrrrrr…

kabur

Sumber : disini


Terme-NUng Mere-NUng

PERNAH TERMENUNG GA? KARENA APA?

Ngapain juga termenung kalau tidak ada sebab-musabab nya [alah, kata apa lagi ini...]. Termenung bisa dikatakan sebagai kegiatan meratapi hidup dengan kesedihan. Masa sih?

termenungsumber gambar : disini

Orang yang termenung pasti melakukan dialog dengan diri sendiri, berarti hal ini banyak menguraikan masalah, dari termenung orang berbincang dengan nurani dan akalnya, menyamakan persepsi antara hati dan otak.

Melalui perenungan kita bisa menemukan sesuatu yang luar biasa, karena proses otak dalam merenung [ada di gelombang alfa, kata orang sih] memberikan hasil yang tak terjangkau otak sadar kita [kata orang juga sih]. Orang yang merenung lebih kenal diri sendiri dan lebih tahu apa maunya diri ini. Mereka akan jauh lebih realistis, dan tidak mudah luka atau hancur lebur menghadapi fakta karena dalam perenungan mereka sering berandai andai, mereka reka melangkah sampai langkah kesepuluh melebihi langkah catur kan? Weleh…

Banyak memang hal yang lebih baik dilakukan dari pada merenung. Asal, hal hal itu sebelumnya sudah direnungkan dulu. Kita memiliki tangan, mata, mulut, telinga, kemampuan berfikir dan berbicara, berinteraksi dengan sesama, hidup adalah perjuangan jadi lakukan kegiata positif jangan diam saja, baca buku, bantuin ibu, browsing, chating, atau apa saja yang penting jangan termenung.

Karena, bukankah segala sesuatu itu lahir dua kali? Yang pertama lahir dalam perenungan, yang kedua jadi kenyataan atau fakta.

Selalu Membandingkan, why?

Kenapa sih, selalu membanding-bandingkan Aku, Kamu dengan Dirinya?

Pernahkah pertanyaan ini terlintas di pikiran Anda? Berhentilah membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan serta  pandangan hidup masing-masing. Walaupun kita merasa dia lebih baik tapi pasti ada sesuatu yang tidak dia punya ada di kita. Jangan selalu melihat ke atas, masih banyak kok orang yang jauh tidak lebih beruntung dari kita.

daun

sumber gambar : disini

Baca entri selengkapnya »

Pandangan Hidup, Aku Kamu dan Dirinya

SETIAP orang mempunyai ciri khas dan pandangan hidupnya. Mereka melangkah berdasarkan kesadaran tentang hal tersebut. Inilah yang melahirkan watak dan kepribadiannya yang khas. Perbedaan ini didasarkan pada latar belakang budaya, keluarga, lingkungan hidup, keyakinan termasuk pula pengalaman masa lalunya.

lilinsumber gambar : disini

Lingkungan keluarga membentuk karakter pola pikir dari keluarga dimana seseorang tumbuh dan di besarkan yang tentunya berbeda dari tiap keluarga, lingkungan komunitas menetapkan idiologi komunitas menjadi doktrin yang kadang mengikat perilaku seseorang, pendidikan formal maupun non formal, kemampuan untuk memperbandingkan peristiwa empiris dengan pendekatan yang memadukan teori dan praktek, masa lalu dan peristiwa masa lalu adalah goresan yang buat sebagian orang punya trauma tersendiri terkait dengan ungkapan pengalaman masa lalu adalah guru terbaik dan bahan introspeksi pikir  perilaku dan cara pandang.

Persepsi antara orang yang berbeda pandangan bisa dilunturkan ato disamakan asalkan mempunyai kesamaan area field of experience serta jembatan perbedaan diantara keduanya. Kuncinya meluluhkannya dengan cara persuasif yang memiliki nilai tawar yang kuat.

Pandangan hidup bisa berbeda karena diturunkan atau karena diinginkan baik sengaja atau tidak oleh setiap individu yang mengalaminya. Orang sering bilang, sejarah menentukan masa kini dan masa depan. artinya, pandangan hidup kita di masa kini dan di masa nanti berakar dari pandangan hidup masa lalu. kalaupun ada keunikan, mungkin karna pandangan itu sudah mengalami penyesuaian. Ini persepsi sosiologi.

Manusia sebagai makhluk sosial diberikan kemampuan berpikir yang sangat indah. Nah, cara berpikir inilah yang membuat semua manusia memiliki cara pandang yang berbeda mengenai kehidupan, ada yang didorong oleh rasa kasih, ada yang didorong rasa benci, ada yang didorong oleh kekecewaan dan lain sebagainya, sehingga tak mungkin ada persamaan yang significant.

Pandangan Hidup yang berbeda bukan untuk diperdebatkan. Betul? :)

Bedebat, Jangan Asal Bersilat Lidah

BERDEBAT adalah cara yang sering dipakai manusia modern untuk mempertahankan argumennya, argumen bukan selalu berarti kebenaran. Kebenarannya akan didapatkan bila dalam perdebatan diakui kebenarannya, walaupun bukan sesuatu yang benar tetapi sesuatu yang diakui benar.

silat-lidahsumber foto : disini

Kepandaian dalam berdebat dikuasai oleh manusia yang maju dalam ilmu berdebat, bukan mereka yang berilmu tinggi melainkan mereka yang pandai berdebat. Dunia akan tergantung kepada mereka, tetapi apa aturan yang dipakai secara resmi belum ada. Pelajaran berdebat juga tidak resmi, sedangkan di negara barat mulai dari SD sudah belajar berdebat dan berargumen disekolah.

Manfaat dari berdebat adalah untuk mencari tahu letak atau akar suatu permasalahan sehingga kita bisa mendapat jalan keluar yang baik, tentunya tidak aturan yang paten dalam perdebatan namun sebagai manusia, kita harus saling menghargai pendapat orang lain.

Selain itu berdebat bermanfaat untuk menyepakati secara bersama sebuah pendapat tentang sesuatu, tidak ada aturan resminya debat, tapi Debat dlm pengertian bangsa kita agak merembet ke arah negatif jadi kita lebih mengenal Musyawarah untuk mencapai Mufakat.

Baca entri selengkapnya »