Selalu Membandingkan, why?
Kenapa sih, selalu membanding-bandingkan Aku, Kamu dengan Dirinya?
Pernahkah pertanyaan ini terlintas di pikiran Anda? Berhentilah membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan serta pandangan hidup masing-masing. Walaupun kita merasa dia lebih baik tapi pasti ada sesuatu yang tidak dia punya ada di kita. Jangan selalu melihat ke atas, masih banyak kok orang yang jauh tidak lebih beruntung dari kita.

sumber gambar : disini
Apa saja sih yang musti kita lakukan supaya perasaan membanding-bandingkan itu menghilang dari pikiran kita. Yukz, kita simak…
Ane pertama :
Tanya dulu diri Anda apa tujuan Anda membandingkan diri dengan orang lain.
Ane kedua :
Teliti lebih lanjut apa untung dan ruginya kalau tujuan itu tercapai atau tidak tercapai bagi Anda.
Ane ketiga :
Kalau tidak ada untung atau justru ruginya lebih banyak, berarti kegiatan membanding-bandingkan itu adalah kegiatan yang merugikan bagi Anda.
Ane keempat :
Ambil keputusan dalam hidup Anda, untuk tidak melanjutkan kegiatan yang merugikan dalam hidup Anda selanjutnya.
Ane kelima :
Coba lihat kelebihan yang ada dalam diri Anda yang tidak dimiliki orang lain.
Ane keenam :
Kalau sudah Anda temukan kelebihan Anda, asah terus kelebihan itu dan manfaatkan untuk hal-hal positif dalam hidup Anda.
Ane ketujuh :
Syukuri semua kelebihan yang Anda miliki dan rajut langkah menuju sukses dengan kelebihan yang Anda miliki dan telah asah dengan baik.
Ada tambahan?
So, Terimalah diri Kamu apa adanya…
sumbar gambar : disini
Tetap Semangat, semoga esok hari dapat terlewati dengan hati dan pikiran yang lebih fresh…
ya saya dulu pernah membanding-bandingkan dengan orang lain.
tujuannya ya dimana kekurangan saya sehingga saya tidak seberuntung dia, tapi itu telah berlalu yang sekarang adalah bagaimana saya bisa mensyukuri nikmat Tuhan yang telah diberikan kepada saya.
semoga saya lebih bersyukur, dan saya nggak mau dibanding2kan denga gambar diatas
karena derajat saya lebih tinggi dari gambar itu.
Salam
sekalian ama tawar menawar aja jangan dibandingkan terus.. santai aja ya
Saya dulu pernah dibanding-bandingkan dengan si adul anaknya tetangga sebelah, karena si adul lebih dari saya
haha… saya gak pernah membandingkan teman
tapi yang lain selalu bandingin saya dengan orang lain lagi
brsyukur… itu knci dari ksluruhan posint2 diatas…
idem ma Ardy
bersyukur
saya sih kalo dibanding2kan sama orang lain, saya tetap berpikiran kalo saya yang terbaik
Saya gak pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Tapi Saya SERING membandingkan DIA dengan DIRINYA. Fiuuuh…. Harusnya tidak begitu… Maaphkan aku…
Penyakit saya nih, Kang..
Suka banget membanding-bandingkan diri saya dg yg lain..
Hikss..
Saya juga, suka membandingkan… Alamiah kali ya?
aku, dirimu dan dirinya…padanan kata yang bagus..
dan sering digunakan tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari..
saking seringnya, banyak lirik lagu pakai istilah ini..
tapi, boleh aja membandingkan diri xt dengan orang lain, tapi dengan tujuan bisa jadi lecutan untuk xt melangkah ke arah yang lebih baik..
tp yang bikin pusing jika setelah banding membandingkan itu, malah bikin sakit kepala dan menambah uban di kepala ..he..he..
@ dikma : iya mas, selalu bersyukur atas apa yg sdh dimiliki… jgn mw dong dibandingkan dgn gmr diatas…
@ kaka : kok tawar-menawar spt di pasar aja…
@ Taktiku : itu kan dulu, tp sekarang kan beda…
@ Reza Fauzi : bersyukur, msh ada yg perhatian…
@ Ardy Pratama : point ane ketujuh…:)
@ Panda : ane ketujuh…
@ jimmy : setuju deh…
@ Sarah Luna : DIA dan DIRINYA? benarkah?
@ HeLL-dA : jgn lagi yah…
@ isnuansa : hal yg wajar kah?
@ renimaldini : benar kata mbak reni, jgn pernah berfikiran utk membandingkan…
Membandingkan sih boleh saja, namun dengan pikiran yang positif
hanya dua alasan bagi saya, karena perhatikanmu, dan ingin kamu lebih baik..
diriku suka membandingkan diriku ama pasanganku
perbedaanya adalah
dirinya perempuan diriku laki
@ Artha : berpikiran tidak positif atau piktor jelas tidak dibenarkan…
@ Hendrawan : two reason…
@ suwung : ya jelas to kang… wakakak…
yupz,paling nda suka neeh klu dibandin9 bandin9kan..
setuju trima den9an apa adanya,se9ala kelebihan dan kekuran9an..:)
yang jelas, semua orang mempunyai jatah sendiri-sendiri. Tpi, bukan berarti kita harus pasrah apa adanya! Usaha itu perlu! Betul nggak?
karena biasanya rumput tetangga selalu lebih hijau hehehe…
@ wi3nd : klo ada yg membandingkan kasi pe-er aj kali yah…
@ wahyudi : betul sekali, usaha tanpa perlu membanding-bandingkan…
@ yudi : sing taen mesiram alias tuh alias kering…
mmm…saya sering dibanding2kan dengan orang.mulanya kesal juga tapi, seiring berjalannya waktu…saya mulai tak peduli.saya adalah saya, ngga peduli apapun kekurangan saya…
Akuu dirimuu dirinyaaa….
Dulu aku seperti itu…. Akhirnya nyadar bahwa membanding2kan gak semua benar (ada yg boleh dan ada yang gak perlu) Misalnya teman yg memiliki pengetahuan luas tentang agama, menyadari minimnya ilmu agama yg kita miliki membuat kita terpacu untuk belajar lebih banyak, toh dapat dilakukan dgn membeli buku2 agama misalnya, dll, Yang ini boleh2 aja. Tapi kalo membandingkan diri dgn seorang yang hiungx mancung yaa itu gak perlu……
berusaha mensyukuri dan menerima, memaksimalkan apa yang menojol pada diri sendiri
@ ivana : itu baru yg namanya percaya dgn kemampuan sendiri…
@ Rita : melakukan apa yg kita bisa itu lebih bermakna lebih besar buat kita…
Bandingkan yang terawat dan tidak terawat…. (iklan banget ya..??)
Salam KEnal
Nice Blog
terimalah diri apa adanya, dan tetep berusaha untuk maju…
memang kita harus bersyukur, dan bersyukur pun harus benar-benar iklas bersyukur sampai di dalam hati. Karena yang kita trima ini sudah merupakan yang terbaik. Mungkin begitu ya mas :d
memang tidak enak kalau kita dibanding-bandingkan!
wkekekekek!
aku mencoba untuk tidak pernah membanding-bandingkan seseorang dgn orang lain, karena aku sendiri nggak nyaman kalo dibandingkan dg org lain, itu sgt tdk dewasa
@ Daiichi : wow…nice efect voto…
@ Catatan Muslim : salam kenal juga… terimakasih…
@ audy : point terpenting…
@ norjik : selalu bersyukur dan menganggap yg kita dapatkan adalah yg terbaik, dan berusaha utk yg lebih baik lagi…
@ trendy : ga enak banget begitu… wakakak
@ awi : tentu, kedewasaan seseorang bisa juga diukur dari sikapnya yg selalu bersyukur dan tidak membanding-bandingkan apa yg didapatkannya dgn orang lain, bagitu…