PERNAH TERMENUNG GA? KARENA APA?
Ngapain juga termenung kalau tidak ada sebab-musabab nya [alah, kata apa lagi ini...]. Termenung bisa dikatakan sebagai kegiatan meratapi hidup dengan kesedihan. Masa sih?
sumber gambar : disini
Orang yang termenung pasti melakukan dialog dengan diri sendiri, berarti hal ini banyak menguraikan masalah, dari termenung orang berbincang dengan nurani dan akalnya, menyamakan persepsi antara hati dan otak.
Melalui perenungan kita bisa menemukan sesuatu yang luar biasa, karena proses otak dalam merenung [ada di gelombang alfa, kata orang sih] memberikan hasil yang tak terjangkau otak sadar kita [kata orang juga sih]. Orang yang merenung lebih kenal diri sendiri dan lebih tahu apa maunya diri ini. Mereka akan jauh lebih realistis, dan tidak mudah luka atau hancur lebur menghadapi fakta karena dalam perenungan mereka sering berandai andai, mereka reka melangkah sampai langkah kesepuluh melebihi langkah catur kan? Weleh…
Banyak memang hal yang lebih baik dilakukan dari pada merenung. Asal, hal hal itu sebelumnya sudah direnungkan dulu. Kita memiliki tangan, mata, mulut, telinga, kemampuan berfikir dan berbicara, berinteraksi dengan sesama, hidup adalah perjuangan jadi lakukan kegiata positif jangan diam saja, baca buku, bantuin ibu, browsing, chating, atau apa saja yang penting jangan termenung.
Karena, bukankah segala sesuatu itu lahir dua kali? Yang pertama lahir dalam perenungan, yang kedua jadi kenyataan atau fakta.

