berDAMAI DEngan dIRI sendIRI

Agustus 17, 2011 2 komentar

Berdamai dengan diri sendiri bisa dikatakan suatu keadaan dimana kita bisa menerima kekurangan kita. Dalam diri kita sering terjadi berbagai pergolakan konflik batin, ataupun pertengkaran yang seharusnya tak perlu terjadi.

Mengapa saya begini.. Kenapa saya kurang.. Kenapa saya di takdirkan begini, dll. Semua pertanyaan seperti tak bermuara. Hal itu menjadikan kita tak nyaman dengan diri kita sendiri. Kita adalah makluk tidak sempurna.

Lalu apakah kita menyesalkan karunia tawa yang dianugrahkan Tuhan kepada kita. Ketika kita tidak menerima apa yang alamiah dalam keberadaan kita, kita membuat penderitaan semu di dalam kehidupan kita sendiri.

Berdamai juga mengajarkan kita bahwa tak ada yang sempurna semua mempunyai keterbatasan. Bersyukurlah atas apa yang di beri, di suatu saat ranting kering yang reyotpun masih bermanfaat untuk yang lain.

Adalah keseimbangan antara kita sebagai makluk dengan keterbatasan dan makluk yang bisa berubah selalu menjadi lebih baik. Antara perasaan, pikiran dan emosi. Didalam kesimbangan kita selalu berusaha untuk belajar menganalisa setiap persoalan ataupun keadaan pada tempat yang semestinya, dengan sejernih mungkin dan berusaha untuk bisa lebih memahami duduk perkara sebenarnya mulai dari sebab akibatnya.

Keseimbangan bisa terjadi bila kita mengenali tentang sebab akibat yang saling bersambungan. yang saling berkaitan satu sama lain. Dimana sebab yang satu mengakibat satu akibat yang akan menjadi sebuah sebab yang baru. Dan mengakibatkan akibat baru. Demikain berputar tanpa habisnya.

Berdamai dengan diri sendiri bagi saya pribadi adalah menyadari keadaan diri sampai di mana tanpa kepongahan dan membatasi diri dalam hal hal tertentu sesuai dengan keadaan yang kita miliki yang disertai dengan kesadaran dan keiklasan hati.

Kategori:Menulis

Enam Puluh Lima Tahun Kemerdekaan RI – Bener ‘ga sih?

Agustus 15, 2010 4 komentar

Saat kita memasuki bulan Agustus ini, sejatinya kita peringati sebagai bulan kemerdekaan bangsa kita. Merasakah kawan kalau saat ini kita diajak untuk menengok ke belakang untuk sedikit mengenang dan mengapresiakan apa yang sudah terjadi dengan bangsa kita. Bangsa Indonesia yang kita pijak ini dipersatukan oleh darah dan keringat para pejuang kemerdekaan. Sejarah, nasib, tujuan dan komitmen kita sama itulah yang namanya “Berbangsa Satu Bangsa Indonesia

HUT RI ke 65

Redenominasi Mata Uang yang ‘ga Masuk Nominasi

Agustus 6, 2010 5 komentar

Akhir-akhir ini kita sering mendengar, melihat dan merasakan [baca = membaca] tentang redenominasi. Terus terang [terang terus = ini bukan iklan] saya pun baru pertamaxxx kali tahu tentang kata ini. Hayo, sudah pada tahu ga artinnya? Kalau dicari di kamus Bahasa Indonesia [lagi nyari-nyari nih, bantuin donk] redenominasi bisa diartikan sebagai penyederhanaan nilai atau pemotongan angka nol pada mata uang rupiah tanpa mengurangi nilainya. Kalau di cari akarnya, kenapa yah pemerintah atau elit politik memunculkan ide untuk me-redenominasi mata uang rupiah? Padahal banyak dari masyarakat kita yang menganggap kebijakan tersebut dapat mencoreng citra dari pemerintahan Indonesia, baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca selanjutnya…

‘tak berharap mekar

Juli 26, 2010 4 komentar

bunga mawar tak akan pernah layu,
walau tertanam dalam penjara.

selama masih ada tanah berpijak dan air pelepas dahaga, kecuali ada tangan jahil yang datang mencabutnya,

tapi yakin saja, walau tercabut akarnya bekasnya akan tetap ada,  hingga suatu hari ada jari-jari lentik yang datang menancapkan bunga mawar yang baru,

melahirkan semerbak kembali meski ia tetap berduri.

Melawan Sikap

Januari 25, 2010 7 komentar

Saat kita berjuang untuk melawan sikap ketidakpedulian, sikap malas, mengenai kebodohan, untuk sekian lama kita berjuang tetapi orang lain tetap tidak peduli yang mengakibatkan kita merasa kelelahan dan kehabisan kepercayaan.

Apakah saat ini  kita merasakan hal itu?

Baca selanjutnya…

Tiba-tiba telah Tiba

Oktober 21, 2009 8 komentar

Entah apa yang ada di pikiranku saat itu hingga kini. Tiba-tiba aku merasa bahwa aku telah melupakan  sesuatu. Tiba-tiba aku merasa cuek, acuh tak acuh atau apapun itu namanya.

“Archhhh.. dasar pelupa, dasar cuek, dasar tukang acuh.. siapa yang salah menurut mu?” Sisi lain ku berbisik.

Sekian lama aku merasa begitu, tak terhitung berapa detik hal itu terjadi padaku. Apa aku memang tidak punya waktu untuk itu? Jikalau ada waktupun aku masih merasa cuek dan acuh. Bisakah dia hilang dari pikiranku saat ini.

Sekarang aku telah tiba dan ingin sekali menghilangkan rasa lupa ini sekaligus sikap cuek dan acuh.

Apapun yang terjadi, tiba saatnya aku ingin kembali, kembali untuk sesuatu itu. Dan itu yang seharusnya aku harus lakukan sejak dulu.

Tiba saatnya untuk tiba kembali..🙂

Kategori:Menulis

Say NO to TERORISM

Juli 17, 2009 12 komentar

Teroris muncul lagi, kenapa nih…?

Suatu negara tidak akan pernah bersih dari teroris selama salah satu elemen dalam negara tersebut menggantungkan diri pada teroris tersebut misal (semakin di suapi semakin sungkan untuk menolak ) dan dikatakan lemah negara kita tidak juga ini di lihat dari susunan hukum kita yang sangat ketat, bukankah hukum selalu bersifat anarkis hanya saja salah satu unsur elemen hukum yang menyalah gunakan hukum sehingga satu yang kotor semua terkotori dan teroris akan selalu menggrogoti bangsa yang lemah dan serakah serta mudah terbodohi dengan bualan.

say no to terorismSay NO to TERORISME

Kategori:Berita
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.