Beranda > Menulis > …tiada yang abadi…

…tiada yang abadi…

DI JAMAN Buddha hidup, seorang wanita bernama Kisagotami yang merasa sangat menderita karena kematian anak satu-satunya. Tidak dapat menerima hal itu, ia mendatangi setiap orang, mencari obat untuk menghidupkan kembali anaknya. Sang Buddha dikatakan memiliki obat seperti itu.

Kisagotami menemui Buddha, memberi hormat, dan bertanya, “Dapatkah anda membuat obat untuk menyembuhkan anakku?”

“Aku tahu obatnya,” jawab Buddha. “Tetapi untuk membuatnya, aku memerlukan beberapa bahan.”

Merasa memiliki harapan, wanita itu bertanya, “Bahan apakah yang anda perlukan?”

“Bawakan segenggam biji sawi,” kata Sang Buddha.

Wanita itu berjanji untuk membelinya, tetapi saat ia beranjak, Sang Buddha menambahkan, “Aku memerlukan biji sawi yang diambil dari sebuah keluarga dimana anak, pasangan, orang tua, atau pelayannya tidak ada yang telah meninggal.”

Wanita itu mengerti dan segera pergi dari satu rumah ke rumah lain mencari biji tersebut. Di tiap rumah orang selalu bersedia memberikan biji yang ia cari, tetapi ketika dia bertanya apakah pernah ada yang meninggal di rumah itu, ia tidak menemukan satu rumah pun yang tidak pernah terjadi kematian – di satu rumah seorang anak wanita keluarga itu, di rumah lain seorang pelayan, di rumah lainnya lagi suami atau orang tua telah meninggal. Kisagotami tidak menemukan satu rumah pun yang terlepas dari kesedihan akibat kematian. Melihat tidak sendiri dalam kesedihannya, sang ibu meninggalkan tubuh anaknya dan kembali kepada Sang Buddha, yang berkata dengan penuh kasih, “Engkau berpikir hanya sendiri yang telah kehilangan seorang putra, hukum kematian berlaku bagi semua makhluk yang hidup, tidak ada yang abadi.”

Begitulah… jangan terlalu lama bersedih, inilah dunia. Ada kelahiran, sehingga ada kematian yang melengkapinya🙂

diangkat dari cerita-cerita kehidupan

  1. September 18, 2008 pukul 12:32 pm

    PERTAMAXXX…

  2. dhieeewhe
    September 18, 2008 pukul 1:19 pm

    yaa.. ada yg dtang dan ada yg pergi

    … itulah kehidupan🙂

  3. September 19, 2008 pukul 10:01 am

    @ dhieeewhe : yg penting yg dtang ninggalin komen…

  4. September 19, 2008 pukul 10:59 am

    Setiap yg memiliki awal, pasti punya akhir.
    Btw, pertamax-nya koq diisi sendiri. Curang. Wekekeke…

  5. September 19, 2008 pukul 11:22 am

    @ Johan : itulah roda kehidupan… gpp, sekale2 PERTAMAxxx, hehehe…🙂

  6. September 21, 2008 pukul 11:58 pm

    wogh, pertamaxx di isi sendirian…
    ga ikhlas bro ngasi pertama ke orang…

    hhmmhh… emang musti nerima takdirlah apapun yang terjadi…

    Shit Happen, Fix It. Move On…

  7. September 22, 2008 pukul 3:25 am

    satu satu nya yan9 pastio dalam hidup inih ya kematian tu sendiri…:)

  8. fortune_90
    Januari 8, 2009 pukul 9:06 am

    Emang ga ada yang abadi di Dunia ini. Tapi, kita bisa mengisi hidup dengan Keberanian, Kasih dan ketulusan hati pada Tuhan…
    Jadikan Hidup lebih hidup! Bwehehe…
    Oya, lam kenal..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: