Beranda > Menulis > Pendidikan Indonesia Kelak

Pendidikan Indonesia Kelak

BISA KITA bandingkan pendidikan di INDONESIA dengan pendidikan di EROPA bahwa pendidikan negara kita masih dikatakan rendah. Kenapa demikian? Karena kita lihat OUT PUT dan PENELITIAN yang dimiliki oleh pendidikan tinggi tidak sepadan/ tidak sebanding. Tujuan pendidikan adalah MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, kita bisa lihat realita yang ada pada saat ini bahwa masyarakat di negara kita masih tergolong masyarakat menengah ke bawah, padahal tujuan akhir dari semua pendidikan adalah bagaimana kita bisa duduk sejajar.

Contoh kecil saja, dengan adanya PEMAHAMAN HUKUM DI INDONESIA, masyarakat kita masih banyak yang belum paham akan hukum, padahal jumlah sarjana hukum di negara kita ini amat banyak tetapi mengapa masyarakat kita tidak paham hukum?

Contoh lain lagi yaitu penataan bahasa INDONESIA yang baik dan benar.
dilihat dari jumlah lulusan S1 yang ada maka masyarakat kita ini harusnya lebih banyak yang bisa menggunakan bahasa INDONESIA yang baik dan benar TETAPI APA YANG TERJADI?

Sangat membosankan dengan apa yang terjadi di Indonesia. Masyarakat kita dari pejabat sampai pengamen pada umumnya tidak mempunyai wawasan yang jauh. Semua memikirkan keuntungan sendiri, seringkali dalam bentuk uang atau kemakmuran. Kita lupa apa yang lebih penting, yaitu sikap mental yang mau bekerja keras untuk memajukan masyarakat. Dan ini kembali lagi pada sikap kita terhadap pendidikan.

Bangsa Indonesia kehilangan pemahaman esensial mengenai pendidikan, yaitu bahwa pendidikan adalah sebuah proses berkelanjutan, bukan proyek untuk dapat ijazah.

Tidak perlu bicara soal hukum. Apa yang bisa kita katakan ketika ahli-ahli hukum kita (walaupun tidak semua) memperjuangkan kepentingan masing-masing? Hukum bukan meluruskan yang bengkok, malah membengkokkan yang lurus.

Mengenai bahasa Indonesia, sebenarnya ‘kurang relevan’ untuk mengaitkannya dengan nasionalisme, tapi ada baiknya juga melestarikan bahasa kita. Karena bahasa Indonesia masih satu rumpun dengan bahasa Melayu yang dipakai di Malaysia, Brunei, dan Singapura, maka akan sangat menguntungkan kalau kita menguasainya kala, katakanlah, berbisnis dengan orang-orang dari negara-negara ini, atau mungkin menjalin hubungan dengan orang-orang Indonesia yang merantau ke mancanegara.

Menjadi negara berkembang tidak berarti tidak bisa mempunyai pendidikan kelas dunia. Lihat India yang masih sering dilanda kelaparan, universitasnya tidak begitu canggih tetapi menghasilkan ilmuwan, dokter, ekonom, dan ahli komputer kelas internasional. Dan hebatnya, mereka tidak lupa akar budayanya. Kenapa? Karena mereka punya sikap mental yang tepat.

masih ingin berleha-leha?

  1. September 19, 2008 pukul 10:21 am

    wah jadi semangat buat kuliah lebih baik lagi!
    soalnya selama ini saya males2an!
    wekekekkeek!

  2. September 19, 2008 pukul 10:42 am

    @ trendy : ayo…SEMANGAT!!!

  3. September 19, 2008 pukul 11:07 am

    Yg lebih parah, dunia pendidikan Indonesia terlalu mendewakan angka. Tapi tak satu pun dari angka2 itu yg merupakan penilaian kemampuan sosial siswa, kemampuan dalam bekerja sama, kemampuan dalam bermasyarakat, dsb. Akibatnya para wisudawan atau lulusan lembaga pendidikan Indonesia lebih cenderung menjadi orang2 yg suka mementingkan diri sendiri.

  4. September 19, 2008 pukul 11:27 am

    @ Johan : para wisudawan jelas akan mementingkan dirinya sendiri, la wong lowongan kerjanya sedikit…jd mereka saling berebut “makanan”…🙂

  5. etan
    September 19, 2008 pukul 1:04 pm

    sadar gak sadar, sekolah (sejak tk) mematikan kemampuan primitif manusia, yaitu analisa masalah dan keunikan individunya.
    hmm…penyeragaman di sekolah, mengutamakan tiga mata pelajaran dibanding pelajaran lain…padahal gak semua anak jago dan ditakdirkan untuk ahli di matemaika, science atau sosial kan…

    seharusnya nilai tidak menentukan kelulusan, tetapi hanya untuk melihat pemahaman atau apalah, sal bukan sebagai penentu…

  6. September 19, 2008 pukul 3:15 pm

    @ etan : tiap orang memiliki aura dan bakatnya sendiri…yg jd pertanyaan, akankan aura dan bakat itu berguna di masa depan kelak?
    “…seperti hitam diatas putih…”

  7. September 19, 2008 pukul 4:41 pm

    Ber-Bahasa Indonesia yang baik dan benar memang harus diterapkan. Tapi ketika kita berdialog dengan bahasa yang benar kadang terasa kaku. Apa karena Ibukota kita masih menggunakan logat Lu, GUE, ato bahasa gaul?

  8. September 20, 2008 pukul 12:53 am

    tiap orang indonesia mesti mulai dari diri sendiri dulu, hidup Indonesia😀

  9. September 20, 2008 pukul 2:19 am

    @ namakuananda : penggunaan bahasa gaul sih ga perlu dipermasalahkan, asl tw di posisi mana kita mesti menggunakannya…krn Bangsa Indonesia multi bahasa…
    setuju?

    @ yudi : hidup Indonesia…🙂

  10. September 20, 2008 pukul 3:25 am

    tulisan bergizi..
    indonesia akan selalu terpuruk jika pemimpinnya sendiri tidak berkualitas……

  11. September 20, 2008 pukul 4:12 am

    setuju banget pendidikan INdonesia masih caruut marruuutt !!
    saya belajar dari TK sampe SMA yang saya rasain, ilmu yang kepake sekarang cuma ilmu membaca & menghitung aja, ilmu2 yang laen kebanyakan gak kepake !!!

  12. September 20, 2008 pukul 4:38 am

    @ erickningrat : makanya utk mendptkan pemimpin yg berkualitas, apa cukup dgn pendidikan yg bermutu saja?

    @ goncecs : berarti pintar mengitung donk? hitung apa dulu nih…🙂

  13. September 21, 2008 pukul 11:57 pm

    bagusan gretongan or kaga nih pendidikan kite jadinye???

  14. asuna17
    September 23, 2008 pukul 3:19 am

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur http://www.infogue.com/info/cinema/& http://www.infogue.com/game_online & http://www.infogue.com/kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://pendidikan.infogue.com/pendidikan_indonesia_kelak

  15. September 27, 2008 pukul 12:24 pm

    Contoh lain lagi yaitu penataan bahasa INDONESIA yang baik dan benar.
    dilihat dari jumlah lulusan S1 yang ada maka masyarakat kita ini harusnya lebih banyak yang bisa menggunakan bahasa INDONESIA yang baik dan benar TETAPI APA YANG TERJADI?

    Wuih, kalau sudah nyinggung2 bahasa Indonesia, saya langsung membara. Hmm… Ngomong-ngomong, agak lari dr topik, saya sudah tdk pernah lagi posting tentang tata bahasa Indonesia.😦
    🙂

  16. November 6, 2008 pukul 11:10 pm

    Ayo, tetap berjuang dengan semangat …!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: