Beranda > Berita, Lifestyle, Menulis > Film (baca=horor) nya

Film (baca=horor) nya

KITA ketahui sekarang bahwa semakin marak film-film horor yang diproduksi di negara Indonesia seperti : “Beranak dalam Kubur”, “Suster Ngesot”, “Pocong 1 & 2”, “Titik hitam”, “Jelangkung dan Tusuk Jelangkung”, “Hantu Jeruk Purut”, “Terowongan Casablanca”, “Rumah Pondok Indah”, “Satu Nyawa”, “Hantu” Bla bla bla… Yah… Bisa saja ini adalah industri yang mendatangkan keuntungan karena bagsa Indonesia suka dengan dongeng.


Tapi, bukannya semua ini akan membuat generasi bangsa kita menjadi penakut? Buktinya, kita bisa melihat bagaimana bukan hanya anak-anak yang takut berjalan sendirian di tempat gelap karena takut ada hantu tetapi orang dewasa juga bisa menjadi penakut gara-gara menonton film horor.

Mungkin akan ada yang mengatakan, “Ah, nggak apa-apa. itu kan hanya film.” Setuju itu adalah film. Tapi itu bukan hanya film, Sebab dengan menonton film horor, maka secara tidak sadar itu akan memberikan pangaruh alam bawah sadar kita untuk menjadi penakut.

Film horor muncul karena ada banyak yang suka, apalagi pengaruh dari cerita rakyat yang selalu didongengkan menjelang tidur ketika kita masih kecil ataupun cerita pengantar ketika ngumpul bersama teman. Tanpa disadari ini sudah mendarah daging di kehidupan kita yang menciptakan mitos-mitos yang tidak masuk akal dan semua orang percaya apa lagi ini tidak mendidik dan karena kekuasaan raksasa di dunia per-film-an hanya mengejar profit lahirlah film seperti ini.

Merusak mental bisa saja karena sesuatu yang dianggap mitos itu sebenarnya bisa dijelaskan secara akal, dan akibat tontonan film horor yang tidak mendidik membuat masyarakat kita malas menggunakan akal untuk menjelaskan mitos yang muncul karena terpengaruh dengan film horor tersebut.

Untuk saat ini fenomena film horor masih tetap akan berkibar dan ditunggu oleh para penggemarnya, apalagi kalau bukan untuk menyalurkan hobi menonton.

Yuk, dukung terus per-film-an Indonesia agar terus bisa menghasilkan film-film yang berkualitas dan pastinya harus mendidik untuk masa depan Indonesia.

eitz, jangan beli bajakan, klo rental?

  1. Oktober 3, 2008 pukul 7:50 am

    film horor peminantnya banyak pengeluaran dana sedikit!
    wkekeekekekekek!

  2. hedy
    Oktober 4, 2008 pukul 5:20 pm

    Film Horor tapi pemerannya seksi-seksi kumaha tah …..

  3. Oktober 5, 2008 pukul 3:08 am

    well, setidak nya sudah ada geliat dalam film indonesia untuk bisa berkarya, mengingat film indonesia sempat tertidur..

    tapi sayang kebanyakan film horror indonesia masih agak -sedikit-mencontek dari film horror lain..

    karena ketika saya menonton film horror Ind, saya masih bisa melihat bahwa adegan ini di sadur dari film thailand ini atao dari film jepang ini…

    dyuh… tapi stidaknya, film indonesia sudah mulai bangun meskipun harus memplagiat dari film lain…

  4. Oktober 5, 2008 pukul 4:29 pm

    Film horor boleh-boleh sajalah asal memang benar menakutkan. Meskipun anti film horor, saya suka film horor yang menyeramkan secara psikologis. Tapi kualitas film horor Indonesia saat ini? Seperti gorengan.

    Kalau mau menerima undangan saya ke blog saya. Kebetulan saya juga baru saja menyebut soal fenomena film Indonesia belakangan ini. :p

  5. ick
    Oktober 7, 2008 pukul 5:27 am

    kok kesannya kayak dejavu yah? dulu kan pilem model beginian yang ngejatuhin pilem indonesia?
    terlalu banyak hantu di bioskop kita…apa mungkin ini cerminan orang indonesia model baru? [akh…ndak tahu ah…]

    *nice post salam kenal yah…😎

  6. Oktober 7, 2008 pukul 4:37 pm

    Film horor itu seru lho. Tapi yg teknik penggarapannya rapi. Detail adegan seramnya realistis. Orang film Indonesia kayaknya ndak suka retake gambar. Sekali ambil, maunya langsung jadi. Meskipun ada yg terasa aneh pada adegannya, biarin aja. Yg penting borongan cepat kelar, cepat dapat duit.

  7. Oktober 7, 2008 pukul 4:42 pm

    Film yg baik mestinya bisa membuat penonton menjadi terhibur dan mendapat pemahaman baru tentang sesuatu yg baru ditonton itu. Sesuatu yg membuat orang lebih mengerti tentang hidup ini. Misalnya, oo…, ternyata kuntilanak itu bisa beranak juga ya. Tapi siapa yg jadi dukun beranaknya? Pasti si Suster Ngesot.

  8. November 6, 2008 pukul 11:34 am

    Yang namanya trend film pasti selalu berubah-ubah, targantung topik apa yang disuguhkan produser ……….

  9. November 7, 2008 pukul 9:51 am

    @ trendy : ga seimbang donk…

    @ hedy : sexi bok… awas kena UUP nih…wkkkwkwk…

    @ syeba : ayo bangun perfilman indonesia yg bermutu…

    @ Lemon S. Sile : ada kunjungan balik…meluncur…

    @ ick : terima kasih… salam kenal…

    @ Johan : duit lagi bang…🙂

    @ BUNYU ONLINE : mengertilah para penikmat film horor…😀

    @ inikzone.com : pemikiran produsen…

  10. April 9, 2009 pukul 9:54 am

    alhamdulilah…..q ngga suka film horor!

  11. ZHE
    September 8, 2009 pukul 6:39 am

    TAMPIIIN YANG EBIH SEREM DAN YANG BISA BIKIN BULU KUDUK BERDIRI

  12. Desember 31, 2009 pukul 3:05 pm

    keren

  13. Desember 31, 2009 pukul 3:07 pm

    waw aku tak pernah lo…lihat yang beneran..tp ini tu kayaknya nyata……

  14. HELL
    Mei 6, 2010 pukul 6:59 am

    hmm, numpang lewat, kebetulan lagi cari tugas (kok horror?)
    hee, bangsa Indonesia suka horror? penuh fantasi?
    yeah, tapi aplikasinya dalam film, jauh sekali ya. “penampakan” para pemainnya malah buat lebih merinding.
    hantunya merusak imajinasi.
    ck, apa gunanya sih film horor?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: