Beranda > Menulis > …mengeluh? so what gitu loh…

…mengeluh? so what gitu loh…

KENAPA sih kamu selalu mengeluh?

Pertanyaan ini pasti sering Anda dengar di saat kita sedang kesusahan. Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Mengeluh pun sebenarnya merupakan suatu cara untuk melepaskan tekanan baik ia merupakan pola depresif atau stress. Mengeluh itu manusiawi, tapi kalau sedikit-sedikit sudah mengeluh tentu menjengkelkan orang sekitar. Betul?

Mengeluh selain untuk sharing, mengurangi beban hati juga untuk mendapatkan masukan/saran berkenaan dengan kondisi yang kita hadapi. Kalau sembarang orang kita keluhi tentu tidak ada gunanya bagi kedua belah pihak.  Mengeluh pun sebaiknya tidak berkepanjangan, segera action dan menghadapi kondisi yang kurang menyenangkan itu dengan lapang dan keinginan untuk mengatasinya dengan sebaik baiknya.

Lihat saja seberapa sabarnya seorang psikolog untuk seorang pasien yang berjam-jam menceritakan keluhannya. Keluhan bisa sebagai salah satu ” cara komunikasi ”, tetapi sayang keluhan mendapat tempat sebagai anak tiri dalam urutan dialog. Keluhan dipakai oleh manusia sebagai tempat mencari perhatian, penyampaian pesan, dan komunikasi.

Lalu mengapa orang selalu mengenyampingkan keluhan, bahkan kalau bisa buang jauh-jauh keluhan dan ganti tempatnya dengan ”tutup mulut”. Karena manusia lebih senang mendengar hal-hal yg merdu, yang menyenangkan dan tidak menyakitkan, hal-hal yang memberi kepercayaan daripada keraguan.

Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.

Percaya, bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan.

Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.  Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.

Baca juga Tet@p Sem@ng@t Menj@l@ni Hidup

Di saat susah seperti ini seberapa pantas Anda mengeluh? Dan sampai kapan Anda mengeluh? So what gitu loh…

Kategori:Menulis Tag:,
  1. Oktober 17, 2008 pukul 11:47 am

    boleh mengeluh asal jangan berlangganan…
    loh…🙂

  2. Oktober 17, 2008 pukul 1:57 pm

    Lebih baik jadi orang itu yg pandai bersyukur, lapang dada, penyabar, pandai dan rajin menabung. Koq jadi gitu ya terusannya?
    Lanjut lagi berkomentar. Orang sebaiknya mempunyai sifat yg terbuka. Bahwa selain keberuntungan, pasti ada kesialan. Mereka berdua itu selalu bergantian mendatangi kita. Jadi, anggaplah itu sebagai dinamika kehidupan.

    Btw, pertamax-nya koq Nono isi sendiri sih? Takut saya ambil ya.

  3. Oktober 17, 2008 pukul 6:07 pm

    Mengeluh adalah tanda kurangnya manusia bersyukur. maka bersyukurlah dan keluhan tidak akan keluar dari mulut kita

  4. Oktober 21, 2008 pukul 4:42 am

    sebelum men9eluh berfikirlah terlebih dahulu..
    ada tuch artikel ba9us,kiriman dari temen,bener ju9a..
    lebih baik syukurilah untuk semua yan9 telah diberikanNYA..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: