Beranda > Lifestyle, Menulis > Pandangan Hidup, Aku Kamu dan Dirinya

Pandangan Hidup, Aku Kamu dan Dirinya

SETIAP orang mempunyai ciri khas dan pandangan hidupnya. Mereka melangkah berdasarkan kesadaran tentang hal tersebut. Inilah yang melahirkan watak dan kepribadiannya yang khas. Perbedaan ini didasarkan pada latar belakang budaya, keluarga, lingkungan hidup, keyakinan termasuk pula pengalaman masa lalunya.

lilinsumber gambar : disini

Lingkungan keluarga membentuk karakter pola pikir dari keluarga dimana seseorang tumbuh dan di besarkan yang tentunya berbeda dari tiap keluarga, lingkungan komunitas menetapkan idiologi komunitas menjadi doktrin yang kadang mengikat perilaku seseorang, pendidikan formal maupun non formal, kemampuan untuk memperbandingkan peristiwa empiris dengan pendekatan yang memadukan teori dan praktek, masa lalu dan peristiwa masa lalu adalah goresan yang buat sebagian orang punya trauma tersendiri terkait dengan ungkapan pengalaman masa lalu adalah guru terbaik dan bahan introspeksi pikir  perilaku dan cara pandang.

Persepsi antara orang yang berbeda pandangan bisa dilunturkan ato disamakan asalkan mempunyai kesamaan area field of experience serta jembatan perbedaan diantara keduanya. Kuncinya meluluhkannya dengan cara persuasif yang memiliki nilai tawar yang kuat.

Pandangan hidup bisa berbeda karena diturunkan atau karena diinginkan baik sengaja atau tidak oleh setiap individu yang mengalaminya. Orang sering bilang, sejarah menentukan masa kini dan masa depan. artinya, pandangan hidup kita di masa kini dan di masa nanti berakar dari pandangan hidup masa lalu. kalaupun ada keunikan, mungkin karna pandangan itu sudah mengalami penyesuaian. Ini persepsi sosiologi.

Manusia sebagai makhluk sosial diberikan kemampuan berpikir yang sangat indah. Nah, cara berpikir inilah yang membuat semua manusia memiliki cara pandang yang berbeda mengenai kehidupan, ada yang didorong oleh rasa kasih, ada yang didorong rasa benci, ada yang didorong oleh kekecewaan dan lain sebagainya, sehingga tak mungkin ada persamaan yang significant.

Pandangan Hidup yang berbeda bukan untuk diperdebatkan. Betul?🙂

  1. November 14, 2008 pukul 7:37 am

    setiap manusia pasti berbeza-beza… dan setiap manusia juga punya keunikan… 😀

  2. November 14, 2008 pukul 7:48 am

    Pandangan hidup saya, sedikit banyak memang dipengaruhi oleh keluarga. Tapi nggak semuanya sih🙂

  3. November 14, 2008 pukul 7:49 am

    hm………
    saya pikir bukan diperdebatkan..
    tapi dibicarakan..

    Karena terkadang seseorang perlu ‘wawasan’ yang lain tentang hidup…seperti sebuah masukan…yang mungkin saja akan mempengaruhi pandangan hidupnya…

    *hm..bener gak, sih..? terus terang hal2 seperti ini terlalu ribet untuk dikomentari hem.hm…*

  4. November 14, 2008 pukul 7:54 am

    kalo diriku bukan pandangan hidup
    tapi dah pegangan hidup

  5. November 14, 2008 pukul 10:24 am

    Betul

  6. November 14, 2008 pukul 10:34 am

    setujuuu!!saya malah senang kalo ada yang berbeda dari saya,hohoho…

  7. November 14, 2008 pukul 11:11 am

    berbeda itu baik asal selaras.

    Seperti musik, ada do re mi fa sol la si
    kalo bunyi2an cuma ada do ajah pasti mbosenin
    tapi bila semua dimainkan secara selaras menjadi enak didengar🙂

  8. November 14, 2008 pukul 1:51 pm

    setuju dengan kalimat guru terbaik adalah pengalaman

  9. November 14, 2008 pukul 3:46 pm

    Setuju.🙂

  10. khofia
    November 15, 2008 pukul 5:16 am

    ya ya ya. pandangan hidup saya berbeda dengan orang lain, dan alangkah menyenangkannya kalo orang bisa memahami dan memaklumi pandangan hidup saya yang unik!
    saya menghargai keragaman pandangan hidup orang2 banyak, kecuali mereka yang abusif dan destruktif serta merugikan banyak orang
    begitu…

  11. November 15, 2008 pukul 5:59 am

    manusia itu memang akan senantiasa belajar dr pengalaman … tp da yg cepet da yang lambat🙂

  12. November 15, 2008 pukul 6:59 am

    sepertinya sekarang idealisme sesuatu yang sangat diperjuangkan!
    wkekekekeek!

  13. November 15, 2008 pukul 2:21 pm

    betulllllll, asal pandangan hidupnya jangan nyeleneh kayak mas2 teroris itu🙂

  14. November 15, 2008 pukul 2:35 pm

    dalam deh..

    maaf Bro, salah sangka yang di postingku itu..

  15. November 15, 2008 pukul 4:05 pm

    yups setuju!
    salam kenal yo

  16. November 16, 2008 pukul 5:22 am

    betul…
    sepakat banget…
    berfikir positif tentang segala hal diluar diri ita itu perlu..

    btw salam kenal,
    senang bisa mampir dan kenalan disini…
    btw silahkan mampir juga boss di “rumah” saya, ada info menarik yg biss di sharing..hehehe..

    salam,

    bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

  17. November 16, 2008 pukul 12:26 pm

    wah,,,makin seru sharingnya…:)
    @ mymoen : ingat Bhinneka Tunggal Ika…

    @ isnuansa : keluarga adl lingkup pertama yg berpengaruh thd kita…

    @ syelviapoe3 : masukan ada krn kita berbeda, jd ga usah dibikin ribet kan…

    @ suwung : pandangan dan pegangan jelas memiliki makna yg berbeda bukan…

    @ Didta : emm…

    @ ivana : kembar aja bisa beda bukan…

    @ Indah Sitepu : jika semua perbedaan berjalan dgn selaras, ga ad yg namanya hal2 yg negatif…

    @ Anang : klo mas Anang jelas sudah banyak makan asam garam bukan…

    @ riftom : emm…

    @ khofia : mereka yang abusif dan destruktif serta merugikan banyak orang jelas bukan orang yg bisa menerima perbedaan…

    @ afwan auliyar : cepat ato lambat tergantung pengamalan dr dan/atau apa yg membelajari kita…

    @ trendy : idealisme yg mana nih…😀

    @ yudi : setuju, pandangan hidup spt itu sangat2 tidak masuk akal…😀

    @ Hendrawan : diterima maafnya…hehe…santai bro…😀

    @ izandi : emm… salam kenal jg…

    @ bonar : selalu berpikir positif akan membuat hidup kita mjd lebih baik…
    salam kenal jg…😀

  18. November 16, 2008 pukul 2:09 pm

    setiap manusia emank memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda,, lingkungan memberikan pengaruh paling besar dalam membentu karakter seseorang..

  19. November 17, 2008 pukul 6:13 am

    seperti kata Cak Nun ” jika anda membenarkan suatu hal, maaf saya akan melawan anda “

  20. nana
    November 17, 2008 pukul 11:26 am

    betull….

  21. nana
    November 17, 2008 pukul 11:55 am

    hohoho

  22. nana
    November 17, 2008 pukul 11:55 am

    sekali lagi deh…

  23. ivant_cheka
    November 21, 2008 pukul 7:21 am

    pengalaman membuat perspektif terhadap dunia dan hidup menjadi lebih.. bisa lebih baik atau sebaliknyaa.. tergantung focus point tiap personalnya dan semua elemen sekeliling yang berimpact langsung maupun terselubung.. positif negatif hanya pilihan dan pengarahan…

    hihii.. belajar dan terus belajar..
    itu kata2 yang selalu terngiang sampai sekarang.. karna proses itu terus berjalan..
    senang membaca tulisan2mu..

    menunggu tinta” selanjutnya..

  24. November 22, 2008 pukul 7:48 am

    betul, karenanya kan kita harus berusaha memahami dan tidak menghakimi keputusan seseorang.
    hmmm… dalam sekali tulisannya, sampai membuat merenung… hmmm🙂

  25. November 23, 2008 pukul 8:45 am

    @ emfajar : setuju, karakter manusia terbentuk terutama lingkungan keluarga…

    @ Panda : perlawanan yg positif diharapkan…

    @ nana : em…🙂

    @ ivant_cheka : apapun pengalaman yg kita alami di masa lalu, akan memacu tindakan ke arah yg lebih positif, bukan? em…🙂

    @ an-fi : setiap orang memiliki hak dan kewajibannya sendiri, dari sana lah kita harus belajar utk memahami seseorang…🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: