Beranda > Menulis > Selalu Membandingkan, why?

Selalu Membandingkan, why?

Kenapa sih, selalu membanding-bandingkan Aku, Kamu dengan Dirinya?

Pernahkah pertanyaan ini terlintas di pikiran Anda? Berhentilah membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan serta  pandangan hidup masing-masing. Walaupun kita merasa dia lebih baik tapi pasti ada sesuatu yang tidak dia punya ada di kita. Jangan selalu melihat ke atas, masih banyak kok orang yang jauh tidak lebih beruntung dari kita.

daun

sumber gambar : disini

Apa saja sih yang musti kita lakukan supaya perasaan membanding-bandingkan itu menghilang dari pikiran kita. Yukz, kita simak…

Ane pertama :

Tanya dulu diri Anda apa tujuan Anda membandingkan diri dengan orang lain.

Ane kedua :

Teliti lebih lanjut apa untung dan ruginya kalau tujuan itu tercapai atau tidak tercapai bagi Anda.

Ane ketiga :

Kalau tidak ada untung atau justru ruginya lebih banyak, berarti kegiatan membanding-bandingkan itu adalah kegiatan yang merugikan bagi Anda.

Ane keempat :

Ambil keputusan dalam hidup Anda, untuk tidak melanjutkan kegiatan yang merugikan dalam hidup Anda selanjutnya.

Ane kelima :

Coba lihat kelebihan yang ada dalam diri Anda yang tidak dimiliki orang lain.

Ane keenam :

Kalau sudah Anda temukan kelebihan Anda, asah terus kelebihan itu dan manfaatkan untuk hal-hal positif dalam hidup Anda.

Ane ketujuh :

Syukuri semua kelebihan yang Anda miliki dan rajut langkah menuju sukses dengan kelebihan yang Anda miliki dan telah asah dengan baik.

Ada tambahan?

So, Terimalah diri Kamu apa adanya…

anjing-toonsumbar gambar : disini

Tetap Semangat, semoga esok hari dapat terlewati dengan hati dan pikiran yang lebih fresh…🙂

  1. November 18, 2008 pukul 7:16 am

    ya saya dulu pernah membanding-bandingkan dengan orang lain.
    tujuannya ya dimana kekurangan saya sehingga saya tidak seberuntung dia, tapi itu telah berlalu yang sekarang adalah bagaimana saya bisa mensyukuri nikmat Tuhan yang telah diberikan kepada saya.

    semoga saya lebih bersyukur, dan saya nggak mau dibanding2kan denga gambar diatas🙂 karena derajat saya lebih tinggi dari gambar itu.

    Salam

  2. November 18, 2008 pukul 7:46 am

    sekalian ama tawar menawar aja jangan dibandingkan terus.. santai aja ya

  3. November 18, 2008 pukul 8:32 am

    Saya dulu pernah dibanding-bandingkan dengan si adul anaknya tetangga sebelah, karena si adul lebih dari saya😀

  4. November 18, 2008 pukul 9:34 am

    haha… saya gak pernah membandingkan teman🙂 tapi yang lain selalu bandingin saya dengan orang lain lagi

  5. November 18, 2008 pukul 11:46 am

    brsyukur… itu knci dari ksluruhan posint2 diatas…

  6. November 18, 2008 pukul 2:55 pm

    idem ma Ardy🙂 bersyukur

  7. November 18, 2008 pukul 2:57 pm

    saya sih kalo dibanding2kan sama orang lain, saya tetap berpikiran kalo saya yang terbaik😀

  8. November 19, 2008 pukul 12:47 am

    Saya gak pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Tapi Saya SERING membandingkan DIA dengan DIRINYA. Fiuuuh…. Harusnya tidak begitu… Maaphkan aku…

  9. November 19, 2008 pukul 8:49 am

    Penyakit saya nih, Kang..
    Suka banget membanding-bandingkan diri saya dg yg lain..
    Hikss..😕

  10. November 19, 2008 pukul 11:50 am

    Saya juga, suka membandingkan… Alamiah kali ya?

  11. renimaldini
    November 19, 2008 pukul 12:40 pm

    aku, dirimu dan dirinya…padanan kata yang bagus..
    dan sering digunakan tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari..
    saking seringnya, banyak lirik lagu pakai istilah ini..
    tapi, boleh aja membandingkan diri xt dengan orang lain, tapi dengan tujuan bisa jadi lecutan untuk xt melangkah ke arah yang lebih baik..
    tp yang bikin pusing jika setelah banding membandingkan itu, malah bikin sakit kepala dan menambah uban di kepala ..he..he..

  12. November 20, 2008 pukul 1:59 am

    @ dikma : iya mas, selalu bersyukur atas apa yg sdh dimiliki… jgn mw dong dibandingkan dgn gmr diatas…🙂

    @ kaka : kok tawar-menawar spt di pasar aja…

    @ Taktiku : itu kan dulu, tp sekarang kan beda…🙂

    @ Reza Fauzi : bersyukur, msh ada yg perhatian…🙂

    @ Ardy Pratama : point ane ketujuh…:)

  13. November 20, 2008 pukul 2:05 am

    @ Panda : ane ketujuh…🙂

    @ jimmy : setuju deh…🙂

    @ Sarah Luna : DIA dan DIRINYA? benarkah?

    @ HeLL-dA : jgn lagi yah…🙂

    @ isnuansa : hal yg wajar kah?

    @ renimaldini : benar kata mbak reni, jgn pernah berfikiran utk membandingkan…🙂

  14. November 20, 2008 pukul 5:13 am

    Membandingkan sih boleh saja, namun dengan pikiran yang positif

  15. November 20, 2008 pukul 5:36 am

    hanya dua alasan bagi saya, karena perhatikanmu, dan ingin kamu lebih baik..

  16. November 20, 2008 pukul 6:38 am

    diriku suka membandingkan diriku ama pasanganku
    perbedaanya adalah
    dirinya perempuan diriku laki

  17. November 20, 2008 pukul 6:58 am

    @ Artha : berpikiran tidak positif atau piktor jelas tidak dibenarkan…

    @ Hendrawan : two reason…

    @ suwung : ya jelas to kang… wakakak…😀

  18. November 20, 2008 pukul 7:18 am

    yupz,paling nda suka neeh klu dibandin9 bandin9kan..

    setuju trima den9an apa adanya,se9ala kelebihan dan kekuran9an..:)

  19. November 20, 2008 pukul 8:26 am

    yang jelas, semua orang mempunyai jatah sendiri-sendiri. Tpi, bukan berarti kita harus pasrah apa adanya! Usaha itu perlu! Betul nggak?🙂

  20. November 20, 2008 pukul 8:56 am

    karena biasanya rumput tetangga selalu lebih hijau hehehe…

  21. November 20, 2008 pukul 1:29 pm

    @ wi3nd : klo ada yg membandingkan kasi pe-er aj kali yah…🙂

    @ wahyudi : betul sekali, usaha tanpa perlu membanding-bandingkan…🙂

    @ yudi : sing taen mesiram alias tuh alias kering…

  22. November 20, 2008 pukul 5:40 pm

    mmm…saya sering dibanding2kan dengan orang.mulanya kesal juga tapi, seiring berjalannya waktu…saya mulai tak peduli.saya adalah saya, ngga peduli apapun kekurangan saya…

  23. November 21, 2008 pukul 1:08 am

    Akuu dirimuu dirinyaaa….
    Dulu aku seperti itu…. Akhirnya nyadar bahwa membanding2kan gak semua benar (ada yg boleh dan ada yang gak perlu) Misalnya teman yg memiliki pengetahuan luas tentang agama, menyadari minimnya ilmu agama yg kita miliki membuat kita terpacu untuk belajar lebih banyak, toh dapat dilakukan dgn membeli buku2 agama misalnya, dll, Yang ini boleh2 aja. Tapi kalo membandingkan diri dgn seorang yang hiungx mancung yaa itu gak perlu……
    berusaha mensyukuri dan menerima, memaksimalkan apa yang menojol pada diri sendiri

  24. November 21, 2008 pukul 1:26 am

    @ ivana : itu baru yg namanya percaya dgn kemampuan sendiri…

    @ Rita : melakukan apa yg kita bisa itu lebih bermakna lebih besar buat kita…

  25. November 22, 2008 pukul 6:08 am

    Bandingkan yang terawat dan tidak terawat…. (iklan banget ya..??)

  26. November 22, 2008 pukul 6:16 am

    Salam KEnal
    Nice Blog

  27. November 22, 2008 pukul 10:20 am

    terimalah diri apa adanya, dan tetep berusaha untuk maju…

  28. November 22, 2008 pukul 12:54 pm

    memang kita harus bersyukur, dan bersyukur pun harus benar-benar iklas bersyukur sampai di dalam hati. Karena yang kita trima ini sudah merupakan yang terbaik. Mungkin begitu ya mas :d

  29. November 22, 2008 pukul 1:49 pm

    memang tidak enak kalau kita dibanding-bandingkan!
    wkekekekek!

  30. awi
    November 23, 2008 pukul 12:47 am

    aku mencoba untuk tidak pernah membanding-bandingkan seseorang dgn orang lain, karena aku sendiri nggak nyaman kalo dibandingkan dg org lain, itu sgt tdk dewasa

  31. November 23, 2008 pukul 8:53 am

    @ Daiichi : wow…nice efect voto…🙂

    @ Catatan Muslim : salam kenal juga… terimakasih…🙂

    @ audy : point terpenting…🙂

    @ norjik : selalu bersyukur dan menganggap yg kita dapatkan adalah yg terbaik, dan berusaha utk yg lebih baik lagi…🙂

    @ trendy : ga enak banget begitu… wakakak😀

    @ awi : tentu, kedewasaan seseorang bisa juga diukur dari sikapnya yg selalu bersyukur dan tidak membanding-bandingkan apa yg didapatkannya dgn orang lain, bagitu…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: