Beranda > Lifestyle, Menulis > Terme-NUng Mere-NUng

Terme-NUng Mere-NUng

PERNAH TERMENUNG GA? KARENA APA?

Ngapain juga termenung kalau tidak ada sebab-musabab nya [alah, kata apa lagi ini…]. Termenung bisa dikatakan sebagai kegiatan meratapi hidup dengan kesedihan. Masa sih?

termenungsumber gambar : disini

Orang yang termenung pasti melakukan dialog dengan diri sendiri, berarti hal ini banyak menguraikan masalah, dari termenung orang berbincang dengan nurani dan akalnya, menyamakan persepsi antara hati dan otak.

Melalui perenungan kita bisa menemukan sesuatu yang luar biasa, karena proses otak dalam merenung [ada di gelombang alfa, kata orang sih] memberikan hasil yang tak terjangkau otak sadar kita [kata orang juga sih]. Orang yang merenung lebih kenal diri sendiri dan lebih tahu apa maunya diri ini. Mereka akan jauh lebih realistis, dan tidak mudah luka atau hancur lebur menghadapi fakta karena dalam perenungan mereka sering berandai andai, mereka reka melangkah sampai langkah kesepuluh melebihi langkah catur kan? Weleh…

Banyak memang hal yang lebih baik dilakukan dari pada merenung. Asal, hal hal itu sebelumnya sudah direnungkan dulu. Kita memiliki tangan, mata, mulut, telinga, kemampuan berfikir dan berbicara, berinteraksi dengan sesama, hidup adalah perjuangan jadi lakukan kegiata positif jangan diam saja, baca buku, bantuin ibu, browsing, chating, atau apa saja yang penting jangan termenung.

Karena, bukankah segala sesuatu itu lahir dua kali? Yang pertama lahir dalam perenungan, yang kedua jadi kenyataan atau fakta.

  1. November 24, 2008 pukul 3:50 am

    bisakan aku berhenti termeNung mereNung…

  2. November 24, 2008 pukul 4:30 am

    curang pertamaxnya di beli sendiri, terpaksa ngecer premium

    sepakat, daripada termenung – menung mending nonton termehek – mehek😀

  3. November 24, 2008 pukul 5:03 am

    dalamm ….

  4. November 24, 2008 pukul 5:53 am

    asal jangan merenung menjurus mengkhayal berlebihan😀

  5. November 24, 2008 pukul 7:09 am

    Termenung merenung…emang bagus..
    asal jangan Termenung meradang…

  6. November 24, 2008 pukul 9:10 am

    kadan9kala termenun9 ituh perlu..
    for refresh 0tak dan intr0peks! diri..:)

  7. November 24, 2008 pukul 9:22 am

    Sekali-kali boleh juga tuh termenung-merenung, sebagai instospeksi diri😀

  8. November 24, 2008 pukul 11:06 am

    dl wkt msh kul sering termenung krn knp jg koq aku ini gk lulus2 dan slalu membebani ortu. Perasaan gundah itu slalu datang menghantui mas. Tp setlh lulus dan bekerja udh gk prnh lagi, krn smua itu rasanya gk baik …lbh baik nya dg tindakan nyata. Barangkali gitu ya mas🙂

  9. Daiichi
    November 24, 2008 pukul 2:53 pm

    Termenung.. Introspeksi diri, muhasabah diri… lebih mengenal diri sendiri….🙂

  10. November 24, 2008 pukul 3:09 pm

    Sebuah renungan dari lubuk hati yang terdalam, Inspiratif…

  11. November 24, 2008 pukul 3:29 pm

    merenung perlu untuk melangkah lebih lanjut supaya lebih baik dari saat ini

  12. awi
    November 25, 2008 pukul 1:42 am

    kadang kita perlu merenung, untuk introspeksi, dan perbaikan dalam hidup kita, merenung itu penting (sesuai katamu, kita perlu berada di gelombang alpha)

  13. November 25, 2008 pukul 2:27 am

    @ Panda : wakz… sekali2 ngecer… termehek-mehek? wakakak…😀

    @ Muda Bentara : em…

    @ yudi : contohnya?

    @ tuyi : weleh ini laen lagi…

    @ wi3nd : ini baru…🙂

  14. November 25, 2008 pukul 2:46 am

    @ Taktiku : bikin inspirasi…

    @ norjik : di akhiri tindakan yang nyata kita bisa lihat hasilnya kan…🙂

    @ Daiichi : mengenal lebih dekat diri sendiri…

    @ Catatan Muslim : perenungan utk memperoleh inspirasi begitu…

    @ Artha : itu salah satunya kan…

    @ awi : ingat juga kelahiran yg kedua kenyataan dan fakta…

  15. November 25, 2008 pukul 5:54 am

    saya termenung,biasanya kalo terjadi sesuatu di luar kebiasaan…

  16. November 25, 2008 pukul 7:55 am

    termenungnya dikamar kecil
    sambil sedikit konsent dan merokok
    nikmattttt

  17. November 25, 2008 pukul 8:10 am

    Ok, dari pada “termenung” mending ngeblog😀

  18. November 25, 2008 pukul 8:26 am

    Tentunya bukan melamun atau ndomblong yang dimaksud…..banyak melamun atau ndomblong..bisa2 malah kesurupan….

  19. November 25, 2008 pukul 8:34 am

    asal termenung merenung bukan ngayal

  20. November 25, 2008 pukul 10:17 am

    Ya, aku sering merenung ketika sendiri, (ya iyalah kalo banyak orang namanya ngrumpi)

    ha….ha…. nemu. sejutu Bu Rita, dari pada termenung lebih baik GoBlog.

  21. November 26, 2008 pukul 1:08 am

    jangan banyak termenung dengan pikiran kosong..nanti kesurupan

  22. November 26, 2008 pukul 2:00 am

    @ Ivana : seperti apa yah…

    @ suwung : suwung = sepi dan menyendiri di kamar mandi… rokok-an?

    @ Rita : nah itu dia, saya tetap belajar ngeblog…😀

    @ esha : hati-hati ah…

    @ cebong ipiet : mimpi kali ye…

    @ namakuananda : termenung ramai-ramai mah bisa kena kesurupan ramai-ramai jg…wkwkwk…

    @ hawee : memikirkan aku, dia dan dirimu…😀

  23. November 26, 2008 pukul 2:11 am

    terlalu merenung bisa bahaya juga nihi apalagi jika terlalu larut dalam perenungan kesedihan

  24. ick
    November 26, 2008 pukul 5:51 am

    awas kebanyakan merenung bisa kesambit setan lho…😆

  25. November 26, 2008 pukul 6:55 am

    @ devari : butuh penghiburan nih…

    @ ick : ga mau aja deh…🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: