Beranda > Berita, Menulis > Demo Berakibat Kematian

Demo Berakibat Kematian

Demo keblabasan sampai bentrok dengan aparat, hingga menyebabkan kematian, apa gunanya sih?

Memang inilah potret dari moral pemuda bangsa saat ini. Mereka mengaku-ngaku kaum yang intelektual tetapi ternyata yang ditahu hanyalah melakukan pengerusakan dimana-mana. Mahasiswa sebagai kaum yang intelektual harusnya memberikan sebuah contoh kepada masyarakat tentang bagaimana menghadapi permasalahan bangsa saat ini tanpa perlu kekerasan tetapi dengan memberikan suatu solusi yang cepat dan tepat, bukannya memperparah keadaan.

Jangan bikin kericuhan di masyarakat [Gedung Dewan] donk apalagi seorang Pendemo dari unsur mahasiswa, kelihatan urakan deh. Misi dan Visi Almamater tercoreng sudah.

Tapi masih banyak kalangan pendemo dari mahasiswa yang baik dan teratur tanpa bikin onar sampai bentrok sana-sini, itu Demontrasi yang patut dicontoh oleh publik.

Peace ^-^

  1. Februari 7, 2009 pukul 4:51 am

    Segala sesuatunya diselesaikan dengan kepala dinginlaah. Jadi aspirasi mahasiswa kan lebih tersampaikan. Apa jadinya bangsa kita kalo punya mahasiswa yang brutal dan suka maen keroyokan begitu.. Hidup Mahasiswa!
    Peace ^^

  2. Februari 7, 2009 pukul 6:07 am

    nama mungkin mahasiswa, tapi jiwa dan pikiran, sepertinya bukan lagi mahasiswa,

    salam…

  3. Februari 7, 2009 pukul 3:24 pm

    people power
    ngeri mas, 10 tahun lalu sempat juga bentrok.
    tapi sekarang jangan pernah ada.

    Save The Nation, Peace

  4. Februari 7, 2009 pukul 6:53 pm

    kayak preman ya

  5. Februari 8, 2009 pukul 6:41 am

    mungkin yang sering demo mahasiswa gadungan ya…?

  6. Februari 8, 2009 pukul 12:40 pm

    sekarang kapok tuh kapolda dan rekan rekannya..pada di pecat malah di sidang lagi….abis mau kerja kalao ada duit aja sih..dasar UUD

  7. Februari 8, 2009 pukul 7:50 pm

    untung udah gak mahasiswa lagi…

  8. Februari 9, 2009 pukul 4:30 am

    hmm…………………sadis habis bro
    salam hangat selalu

  9. Februari 9, 2009 pukul 4:31 am

    anarkis dan tra9is ya no..:(
    seharusna nda perlu terjadi,jikasajah emosi bisa dikendalikan..
    mahasiswa kok ju9a mau ikut2an,dibayar 25 ribu perak hanya untuk hal yan9 nda pentin9..
    aneh..* bihuun..

  10. Februari 9, 2009 pukul 4:39 am

    iya ni…anarkis berlatar demokrasi…

  11. Februari 9, 2009 pukul 8:54 am

    semakin ngak jelas sapa yang menungangi sapa yang ditunggangi

  12. agunk agriza
    Februari 9, 2009 pukul 9:17 am

    demokrasi di negeri ini nggak di imbangi sama masyarakat yang cerdas. akibatnya gitu deh😉

  13. Februari 10, 2009 pukul 6:09 am

    itu hukuman buat yang pendemo, biar aja di hukum seumur hidup

  14. Februari 11, 2009 pukul 4:08 am

    anarkis tidak menyelesaikan masalah…

  15. Februari 11, 2009 pukul 1:52 pm

    blue datang sahabat
    salam hangat selalu

  16. Februari 12, 2009 pukul 5:46 am

    yaa kadang susah juga ya… mendingan demo asak di rumah ajah..peace and kenyang🙂

  17. Februari 12, 2009 pukul 6:42 am

    iyah bikin malu aja

  18. Februari 13, 2009 pukul 9:21 am

    jangan ampe kayak gini deh

  19. Februari 13, 2009 pukul 3:13 pm

    jangan terulang lagi deh kyk gini.

  20. Februari 14, 2009 pukul 2:07 am

    demo yang kebablasan..hiks..sedih saya bacanya…

  21. Februari 14, 2009 pukul 3:05 pm

    Kayaknya sejarah selalu terulang lagi. Mahasiswa selalu aja mau ditunggangin oknum2 yg ndak bertanggung jawab. Koq dari dulu ndak pernah jadi pinter gitu ya?

  22. Februari 18, 2009 pukul 4:16 am

    Setelah beberapa waktu ku menatap lukisan warna warni blogmu
    Ternyata ..jawaban itu adadi Konten mu🙂

  23. Februari 20, 2009 pukul 7:20 am

    blogwalking nih. HEHEHEH. good posting.
    main2 ke blog gw juga ya..

  24. Februari 26, 2009 pukul 4:39 am

    mati konyol haha….

    orang konyol akan berkata
    aku akan mati demi idealisme ku

    orang bijak berkata
    aku akan hidup untuk orang lain yang membutuhkanku

  25. Februari 26, 2009 pukul 10:04 am

    saya juga gak ngerti maksud dari perbuatan anarki tersebut, seharusnya sebagai MAHAsiswa bisa berpikir dengan bijak dong, apa gunanya sekolah tinggi² kalau perbuatan masih seperti anak INGUSAN.

  26. Februari 26, 2009 pukul 10:15 am

    cuman namanya doang yang mahasiswa, tapi kelakuan seperti anak tk. sungguh prihatin daku melihatnya …huehue

  27. Maret 4, 2009 pukul 3:44 am

    Demo apa ajah kalo tidak ada planing pasti berbahaya.
    Harus ada perhitungannya… khan?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: