Beranda > Berita > Redenominasi Mata Uang yang ‘ga Masuk Nominasi

Redenominasi Mata Uang yang ‘ga Masuk Nominasi

Akhir-akhir ini kita sering mendengar, melihat dan merasakan [baca = membaca] tentang redenominasi. Terus terang [terang terus = ini bukan iklan] saya pun baru pertamaxxx kali tahu tentang kata ini. Hayo, sudah pada tahu ga artinnya? Kalau dicari di kamus Bahasa Indonesia [lagi nyari-nyari nih, bantuin donk] redenominasi bisa diartikan sebagai penyederhanaan nilai atau pemotongan angka nol pada mata uang rupiah tanpa mengurangi nilainya. Kalau di cari akarnya, kenapa yah pemerintah atau elit politik memunculkan ide untuk me-redenominasi mata uang rupiah? Padahal banyak dari masyarakat kita yang menganggap kebijakan tersebut dapat mencoreng citra dari pemerintahan Indonesia, baik dari dalam maupun luar negeri.

sumber gambar : http://www.seputarforex.com

Banyak komentator pendapat menganggap kebijakan tersebut hanya wacana semata, dan agak [ini agak loh] sulit rasanya untuk direalisasikan. Hal ini bisa jadi dapat mangakibatkan terganggunya perekonomian dan harga-harga barang ga terkendali. Kalau sudah begini, mau di bawa kemana ekonomi Indonesia kelak [kayak lagu Armada Band aja]. Saat ini saja perekonomian Indonesia masih kurang kondusif, harga sembako meningkat, masalah lowongan kerja dan pengangguran terus meningkat. Kita sebagai bagian dari masyarakat berharap agar semua kebijakan yang menyangkut ekonomi agar dibahas secara serius, sekarang saja lagi hangat lama-lama muncul berita heboh tentang artis wacana ini menghilang dengan sendirinya. seperti kasus bank cent**y, sampai sekarang ga ada ujungnya kan?

Kembali ke…redenominasi..!!

Redenominasi mata uang rupiah, kalau ga salah uang pecahan Rp.1.000,- disederhanakan menjadi Rp.1,- kemudian Rp.10.000,- menjadi Rp. 10,- dan Rp.100,000,- menjadi Rp.100,-. Wah seperti jaman saya masih SD, sempat juga megang uang pecahan Rp.25,- dan Rp.50,- [yang Rp.50 sekarang pun masih aja yah]. Kalau sudah begini kita ngerasa kembali ke masa lalu, walaupun nilai uang saat ini lebih besar dari jadul [alias jaman dulu]. Dan tentu saja ga langsung jreg diganti tapi secara bertahap [gitu sih yang saya lihat di tv].

yah, apapun kebijakan pemerintah asal itu bermanfaat bagi masyarakat tentu akan kita dukung. jangan sampai membuat psikologi masyarakat terganggu karena pemerintah begitu kurang berhati-hati mengerluarkan wacana redenominasi. pemerintah harus segera memberikan penjelasan yang akurat agar masyarakat bisa mengerti dan paham tentang redenominasi mata uang ini.

dari pada ikut pusing [baca = ga ngerti dan ga paham] yuk metik bunga mawar buat di kasi ke orang-orang terkasih, atau makan nasi goreng juga boleh.
trus apa hubungannya dengan nominasi? ya ga ada, tapi kalau ada yang mau menghubung-hubungkan boleh aja tar saya dikabari yah..😀

  1. tabut7
    Agustus 7, 2010 pukul 12:36 pm

    semoga dampak nya positif bagi masyarakat ya bro…

    salam
    http://tabut7.wordpress.com/

  2. Agustus 8, 2010 pukul 1:14 am

    walaupun nilainya gak dipotong, tapi pasti bikin pusing juga masalah pemotongan angka2 nol ini😦

  3. Agustus 8, 2010 pukul 2:19 am

    @ tabut7 : yup, mudah2an bermanfaat buat Indonesia ke depannya. salam kenal.

    @ Jimmy : klo ga disosialisasi dengan benar n bertahap bakal bikin pusing n mumet, ya ga brow?😀

  4. Agustus 12, 2010 pukul 6:05 am

    wah ngefek gk ya ke nilai tukar mata uang…

  5. anang-dabil1
    Februari 16, 2011 pukul 4:14 am

    belajarlah kpd Jepang , yen – nya tidak di redenominasi, tetapi ter-apresiasi by supply-demand mechanism. Dulu rp 1,- setara Y 4,- atau Y 1 ,- = rp 0,25 sekarang Y 1,- = rp 89,- . Makanya mari belajarlah ke Jepang.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: