Arsip

Archive for the ‘Lifestyle’ Category

menu nge-mil di bioskop

Maret 2, 2009 21 komentar

Kalau menonton film di bioskop kan enaknya sambil makan dan minum. Nah, saya biasanya diam-diam membawa makanan/minuman dari luar untuk disantap di dalam gedung bioskop yang gelap itu. Bukan apa-apa, tetapi stan penjual makanan/minuman di bioskop itu rada keterlaluan menaikkan harga dagangannya! Masa segelas soft-drink saja bisa sampai puluhan ribu?

Baca selanjutnya…

Kata “Maaf” ‘tuk Memaafkan

Januari 27, 2009 49 komentar

Mencoba memaafkan diri sendiri tapi selalu teringat kesalahan yang pernah saya dilakukan.

Berdamai dengan diri sendiri memang sesuatu yang mudah untuk diucapkan tetapi sulit untuk dilakukan. Terus saja belajar dengan memahami bahwa proses untuk mencapai tujuan adalah lebih utama dibanding tujuan itu sendiri. Karena dalam berproses itulah segala sesuatu akan terbentuk dan menjadi dasar dari sebuah perubahan atau perbaikan diri.

sorry

sumber foto : disini

Baca selanjutnya…

Antara Harga Diri dan Gengsi

Januari 23, 2009 47 komentar

Punya Harga Diri atau Gengsi? Seberapa Tinggi Harga Diri dan Gengsi Anda?

kodoksumber gambar : disini

Baca selanjutnya…

Perubahan dan Pembaharuan

Desember 1, 2008 26 komentar

Perubahan selalu membawa pembaharuan.

Semua orang ingin berubah karena ingin meninggalkan hal yang lama dan membuka lembaran yang baru. Perubahan kalau menuju hal yang lebih baik itu bagus buat semua orang. Perubahan itu penting dalam kehidupan semua orang adalah adanya keinginan untuk dapat lebih baik lagi dalam segala hal.

sell_on_changesumber gambar : disini

Memang semua orang bisa berubah, kalau saja dia punya kemauan yang keras dan punya motivasi yang kuat untuk berubah.  Tapi setiap orang bisa juga kembali ke sifat  asalnya jika  tidak ada satu orang pun yang mau mengingatkan ke-tidak baik-annya di masa lampau. Betul?

Mengganti tampilan themes  juga mengandung pembaharuan, mudah-mudahan teman – teman  semua  dapat memaklumi dan jangan lupa berkomen di… 😀

what would you wrote if

ok… let’s changes...

Banci… KA-brrrrr…

November 26, 2008 42 komentar

SEREM yakz, apalagi yang suka make “mik ap” setebel dempul mobil… hiiiiii… atuuuut…

Cewek tulen aja nggak sebegitunya memakai mik ap! Sampai pakai rok mini, wig, tanktop, highleg, duhh… ngeri juga ngeliat banci gituan, kayak nggak mensyukuri pemberian Tuhan… 😀

Di Indonesia, bancinya nggak secantik Megan Fox, mukanya serem semua… menor pula… biasanya lipsticknya pasti merah… makin seremin…! (halah… alamak…!)

megan_fox4wow… Megan Fox sumber : disini

Suaranya juga… masih rada-rada berat gitu… tapi di halusin… jadi fales didenger… ihh… ngerii… !!

Menghayal ketemu Megan Fox… Tapi yang aseli loh…

Weleh… Mending nonton pertandingan sepak bola…

Tapi itulah gaya hidup. Sebanci-banci apapun, mereka tetep manusia. Betul…

banci juga manusia…
punya rasa punya hati…
jangan samakan dengan…
kapak dan gergaji…

Pengalaman jalan-jalan di Malioboro Mall Yogyakarta pada waktu kuliah di tahun 2002 lalu… mungkin rekan be_cool pernah mendengar… wakakakak… 😀

KA-burrrrrrr…

kabur

Sumber : disini


Terme-NUng Mere-NUng

November 24, 2008 25 komentar

PERNAH TERMENUNG GA? KARENA APA?

Ngapain juga termenung kalau tidak ada sebab-musabab nya [alah, kata apa lagi ini…]. Termenung bisa dikatakan sebagai kegiatan meratapi hidup dengan kesedihan. Masa sih?

termenungsumber gambar : disini

Orang yang termenung pasti melakukan dialog dengan diri sendiri, berarti hal ini banyak menguraikan masalah, dari termenung orang berbincang dengan nurani dan akalnya, menyamakan persepsi antara hati dan otak.

Melalui perenungan kita bisa menemukan sesuatu yang luar biasa, karena proses otak dalam merenung [ada di gelombang alfa, kata orang sih] memberikan hasil yang tak terjangkau otak sadar kita [kata orang juga sih]. Orang yang merenung lebih kenal diri sendiri dan lebih tahu apa maunya diri ini. Mereka akan jauh lebih realistis, dan tidak mudah luka atau hancur lebur menghadapi fakta karena dalam perenungan mereka sering berandai andai, mereka reka melangkah sampai langkah kesepuluh melebihi langkah catur kan? Weleh…

Banyak memang hal yang lebih baik dilakukan dari pada merenung. Asal, hal hal itu sebelumnya sudah direnungkan dulu. Kita memiliki tangan, mata, mulut, telinga, kemampuan berfikir dan berbicara, berinteraksi dengan sesama, hidup adalah perjuangan jadi lakukan kegiata positif jangan diam saja, baca buku, bantuin ibu, browsing, chating, atau apa saja yang penting jangan termenung.

Karena, bukankah segala sesuatu itu lahir dua kali? Yang pertama lahir dalam perenungan, yang kedua jadi kenyataan atau fakta.

Pandangan Hidup, Aku Kamu dan Dirinya

November 14, 2008 25 komentar

SETIAP orang mempunyai ciri khas dan pandangan hidupnya. Mereka melangkah berdasarkan kesadaran tentang hal tersebut. Inilah yang melahirkan watak dan kepribadiannya yang khas. Perbedaan ini didasarkan pada latar belakang budaya, keluarga, lingkungan hidup, keyakinan termasuk pula pengalaman masa lalunya.

lilinsumber gambar : disini

Lingkungan keluarga membentuk karakter pola pikir dari keluarga dimana seseorang tumbuh dan di besarkan yang tentunya berbeda dari tiap keluarga, lingkungan komunitas menetapkan idiologi komunitas menjadi doktrin yang kadang mengikat perilaku seseorang, pendidikan formal maupun non formal, kemampuan untuk memperbandingkan peristiwa empiris dengan pendekatan yang memadukan teori dan praktek, masa lalu dan peristiwa masa lalu adalah goresan yang buat sebagian orang punya trauma tersendiri terkait dengan ungkapan pengalaman masa lalu adalah guru terbaik dan bahan introspeksi pikir  perilaku dan cara pandang.

Persepsi antara orang yang berbeda pandangan bisa dilunturkan ato disamakan asalkan mempunyai kesamaan area field of experience serta jembatan perbedaan diantara keduanya. Kuncinya meluluhkannya dengan cara persuasif yang memiliki nilai tawar yang kuat.

Pandangan hidup bisa berbeda karena diturunkan atau karena diinginkan baik sengaja atau tidak oleh setiap individu yang mengalaminya. Orang sering bilang, sejarah menentukan masa kini dan masa depan. artinya, pandangan hidup kita di masa kini dan di masa nanti berakar dari pandangan hidup masa lalu. kalaupun ada keunikan, mungkin karna pandangan itu sudah mengalami penyesuaian. Ini persepsi sosiologi.

Manusia sebagai makhluk sosial diberikan kemampuan berpikir yang sangat indah. Nah, cara berpikir inilah yang membuat semua manusia memiliki cara pandang yang berbeda mengenai kehidupan, ada yang didorong oleh rasa kasih, ada yang didorong rasa benci, ada yang didorong oleh kekecewaan dan lain sebagainya, sehingga tak mungkin ada persamaan yang significant.

Pandangan Hidup yang berbeda bukan untuk diperdebatkan. Betul? 🙂